MAKASSAR, INFOUPDATE.ID,– Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mendesak Pemkot Makassar segera bertindak tegas menyikapi meningkatnya aksi brutal geng motor. Pernyataan itu ia sampaikan buntut pembacokan bocah 13 tahun berinisial Hilal di Jalan Abu Bakar Lambogo, Minggu (10/5)dini hari.
“Kondisi seperti ini sudah tidak boleh dipandang enteng lagi. Ini harus jadi perhatian penting Pemkot untuk berkoordinasi dengan semua pihak dalam penanganan keamanan,” kata Ari kepada wartawan, Selasa (12/5/26).
*Desak Hidupkan RT/RW dan Poskamling*
Ari menilai lemahnya pengawasan lingkungan jadi akar masalah. Ia meminta RT dan RW lebih proaktif memantau aktivitas pemuda di wilayah masing-masing.
Langkah konkret yang ia tawarkan adalah mengaktifkan kembali Poskamling. Menurutnya, pos keamanan lingkungan adalah cara paling efektif menjangkau titik-titik rawan di permukiman.
“Ada baiknya memang diaktifkan kembali Poskamling agar penjagaan keamanan terpecah sampai ke pos terkecil. Dengan begitu, masyarakat bisa terlibat langsung menjaga keamanan kota,” ujarnya.
*Minta Polisi Tak Ragu Tahan Pelaku Anak*
Sorotan lain Ari tertuju pada efek jera yang dinilai lemah. Mayoritas pelaku geng motor masih di bawah umur dan kerap hanya dibina lalu dilepas.
“Secara pribadi, kita tidak boleh melihat umurnya tapi lihat kelakuannya. Kalau sudah melebihi batas toleransi seharusnya tidak pembinaan lagi tapi penahanan. Kalau hanya pembinaan, mereka merasa hanya dipindahkan lalu dilepas lagi tanpa ada efek jera,” tegasnya.
*Teror Geng Motor Meningkat*
Aksi terhadap Hilal terjadi sekitar pukul 01.00 Wita saat korban nongkrong di depan ruko di Ablam. Sekelompok geng motor tiba-tiba menyerang membabi buta dengan parang.
Kasus ini menambah deretan panjang teror geng motor di Makassar. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi serupa marak di berbagai titik. Pelaku tidak segan melukai warga sipil dengan senjata tajam, membuat situasi dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.(ACANK)



















