MAKASSAR, INFOUPDATE.ID – Di balik keberhasilan seorang anak meraih prestasi, selalu terselip doa tulus, bimbingan, dan kasih sayang tanpa henti dari orang tuanya. Itulah yang dirasakan oleh pasangan Laode Kurniadi Ali dan Fitriani, SE, saat menyaksikan putri tercinta, Waode Louree Tanzeela Mecca, terus bersinar di dunia modeling dan fashion anak.
Siswi Sekolah Islam Athirah Makassar yang kini genap berusia 9 tahun itu perlahan menjadi sorotan berkat serangkaian pencapaian gemilang di berbagai ajang kompetisi. Meski masih belia, Louree telah menampilkan mental juara: berani tampil, disiplin tinggi, dan penuh percaya diri—kunci utama mengasah bakatnya semakin matang.
Bagi Laode Kurniadi Ali, perjalanan putrinya memiliki makna yang sangat mendalam. Awalnya hanya sekadar hobi anak untuk berekspresi, kini tumbuh menjadi prestasi yang membanggakan melebihi ekspektasi.
“Sebagai orang tua, saya sangat bersyukur dan bangga melihat perkembangan Louree. Bagi kami, ini bukan sekadar soal piala atau gelar. Yang terpenting adalah proses belajarnya, keberaniannya melangkah maju, dan semangatnya untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya dengan tulus.
Rasa bangga itu kian lengkap melihat deretan prestasi yang berhasil disabet Louree. Ia tercatat sebagai Pemenang Trend Hijab 2026, Juara Kedua Mini Miss Grand Runway Sulawesi Selatan 2026, Juara Kedua Arabian Night 2026, Juara Ketiga MFW Mari Fashion Week Kids Competition 2026, Juara Ketiga Kids Modeling Competition, serta Juara Harapan 3 Fashion Show BSI 2026. Daftar panjang ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan ketekunan selalu berbuah hasil manis.
Keberhasilan Louree, menurut Laode, tak lepas dari peran sentral sang ibu, Fitriani, SE. Dengan kesabaran luar biasa, Fitriani selalu mendampingi setiap tahapan perkembangan putrinya—memberi semangat, dukungan moral, dan memastikan Louree tetap mengutamakan pendidikan serta akhlak mulia di atas segalanya.
“Saya dan istri sepakat, prestasi harus sejalan dengan ilmu, sopan santun, dan nilai agama. Kami ingin Louree tumbuh menjadi anak yang tidak hanya pandai tampil, tapi juga berkarakter luhur dan rendah hati,” tegasnya.
Di mata ayah dan ibunya, Louree bukan sekadar model cilik yang lihai di panggung. Ia adalah sosok yang gigih, disiplin, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Sikap itulah yang diyakini akan menjadi fondasi kokoh bagi masa depannya yang cerah.
Lebih dari sekadar penghargaan, keberhasilan Louree menjadi cerminan bagaimana sebuah keluarga mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian pada anak sejak dini.
Laode Kurniadi Ali berharap kisah Louree bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk berani memimpikan hal besar dan mengembangkan potensi diri. “Setiap anak punya keistimewaan dan cahayanya sendiri—hanya perlu didukung dan diarahkan dengan penuh cinta,” ujarnya.
“Kami tidak menuntut Louree menjadi nomor satu dibandingkan orang lain. Cukup ia terus berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Jika ia bisa tampil percaya diri dan membanggakan keluarga serta sekolah, itu sudah anugerah yang tak ternilai bagi kami,” tambahnya haru.
Dengan dukungan tak terputus dari kedua orang tuanya, masa depan Waode Louree Tanzeela Mecca masih terbentang luas. Di usianya yang masih sangat muda, ia telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan lewat langkah kecil yang dijalani dengan ketekunan dan kasih sayang keluarga.
Bagi Laode dan Fitriani, Louree bukan sekadar putri kecil peraih prestasi. Ia adalah permata berharga yang sedang belajar bersinar—membawa nama baik keluarga, sekolah, dan kelak diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Makassar serta Sulawesi Selatan di kancah yang lebih luas.
Irfan S



















