MAKASSAR, INFOUPDATE.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbahan Dasar Limbah Ampas Kopi sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah” di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi produk bernilai tambah yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Desa Pattaneteang merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Kabupaten Bantaeng yang menghasilkan limbah ampas kopi dalam jumlah cukup banyak. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pengolahan limbah ampas kopi menjadi lilin aromaterapi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk rumah tangga maupun peluang usaha skala kecil.
Materi disampaikan oleh Muh. Farid Faira Erbe, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian Universitas Hasanuddin. Dalam pemaparannya, Farid menjelaskan manfaat pemanfaatan limbah ampas kopi, proses pembuatan lilin aromaterapi, serta potensi produk tersebut dalam meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian.
“Ampas kopi yang sering dianggap sebagai limbah masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui pembuatan lilin aromaterapi, limbah tersebut dapat memiliki nilai tambah sekaligus menjadi alternatif produk yang ramah lingkungan,” jelas Farid.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi. Peserta diperlihatkan tahapan pencampuran lilin, ampas kopi, dan pewangi, hingga proses pencetakan dan pendinginan. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung proses pembuatannya.
Kepala Desa Pattaneteang mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu memberikan inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam mengelola limbah kopi menjadi produk yang bernilai guna.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan berbasis limbah kopi sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Kepala Desa Pattaneteang.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Pattaneteang semakin terdorong memanfaatkan limbah ampas kopi secara kreatif sehingga dapat mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan kopi.
Muh. Farid Faira Erbe
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116
Program Studi Teknik Pertanian
Universitas Hasanuddin




















