JAKARTA, INFOUPDATE.ID – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akan menjadi PPPK Penuh waktu tanpa tes. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9/2026)
Menurut Lalu, hal ini merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan DPR RI. “Nah, ini barusan kami bahas di dalam dengan Mendikdasmen bahwa tegas kesepakatan pemerintah dengan DPR, pengalihan paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu itu tanpa tes,” kata Lalu.
Berdaasarkam kesepakan tersebut, Ia memastikan pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dimulai pada Januari 2027
“Sekitar 240.000 an Full diangkat tanpa tes. Anggarannya sudah disiapkan sekitar Rp. 23 Triliun” ujarnya
Lain halnya bagi guru PPPK penuh waktu yang mau menjadi CPNS harus melalui tes.
Sebelumnya, pemerintah menyiapkan tes bagi sekitar 172.000 guru berstatus PPPK paruh waktu untuk menjadi pegawai penuh waktu.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, guru PPPK paruh waktu yang tidak lulus tes tidak akan kehilangan status kepegawaiannya.
“Tadi kesimpulannya akan diupayakan mereka untuk ikut semacam ada tes, ya dan kemudian nanti dijadikan pegawainya Kemendikdasmen kalau lulus. Kalau tidak lulus, ya tetap mereka statusnya dipertahankan. Tidak dipecat atau dirumahkan, tidak ya,” ujar Tito, usai rapat koordinasi di Gedung DPR RI, Kamis (17/9/2026).
Rapat koordinasi digelar bersama pimpinan DPR RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), serta Kementerian Keuangan.
Menurut Tito, pembiayaan untuk guru PPPK tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
“Iya, dari Kementerian Keuangan. Tadi, ada Kementerian Keuangan, Wakil Menteri Keuangan tadi hadir juga, dan Kemendikdasmen juga ada tadi. Yang intinya adalah pembiayaannya dari APBN,” kata Tito.
Tito memastikan bahwa guru PPPK paruh waktu yang belum lulus dapat kembali mengikuti tes pada tahun berikutnya.
“Nah, kemudian kalau misalnya tidak lulus tahun ini, ya boleh ikut lagi tahun berikutnya. Kira-kira seperti itu. Intinya memberikan ketenangan kepada ASN yang paruh waktu maupun yang penuh waktu ya, terutama guru,” ujar Tito.



















