Berita

Demo 30 Tahun Amarah di UMI Berakhir Chaos, Kampus Diserbu Massa Berjaket Ojol

MAKASSAR, INFOUPDATE – Peringatan 30 tahun Tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di Universitas Muslim Indonesia (UMI) berujung bentrokan, Jumat 24/4/2026 malam. Kampus 2 UMI di Jalan Urip Sumoharjo diserbu sekelompok massa berjaket ojek online.

Awalnya aksi ratusan mahasiswa memperingati Tragedi Amarah berjalan damai sejak siang. Orasi, bakar ban, dan mimbar bebas digelar di depan kampus.

Situasi berubah menjelang malam. Sekelompok orang beratribut ojol tiba-tiba datang dan langsung menyerang massa mahasiswa. Saling lempar batu pecah. Mahasiswa terdesak dan memilih mundur ke dalam kampus.

Massa berjaket ojol tak berhenti. Mereka merangsek masuk, merobohkan gerbang kampus, merusak fasilitas, dan menghancurkan sejumlah motor yang terparkir di dalam.

Polisi yang datang ke lokasi langsung membubarkan massa ojol dan mengendalikan situasi. Setelah keributan mereda, aparat menyisir gedung fakultas satu per satu.

Puluhan mahasiswa dikumpulkan di lapangan kampus. Polisi juga menyita barang bukti senjata tajam dari dalam kampus, mulai dari papporo, busur panah, hingga parang.

Hingga pukul 22.30 WITA, mahasiswa masih bertahan di dalam kampus. Massa berjaket ojol juga masih terlihat di sekitar lokasi. Jl. Urip Sumoharjo lumpuh total.

Wakil Rektor III UMI Makassar, Nur Fadhilah, turun langsung menemui mahasiswa yang diamankan. Ia menyayangkan aksi yang berujung ricuh padahal sudah diberi peringatan.

“Saya dari tadi sudah peringatkan agar kalian bubar, tapi tidak didengarkan. Nah, hasilnya begini, ratusan ojol masuk,” tegas Nur Fadhilah. Pihak kampus memastikan akan menjatuhkan sanksi ke mahasiswa yang terlibat.

Sampai saat ini kepolisian belum memberi keterangan resmi soal pemicu bentrok dan jumlah korban. Polisi menyatakan masih fokus pendalaman dan memeriksa puluhan mahasiswa yang diamankan.

Aksi ini digelar untuk mengenang Tragedi Amarah 24 April 1996. Kala itu, aparat menyerbu kampus UMI untuk membubarkan demo mahasiswa. Tiga mahasiswa gugur: Tasrif, Sainal Abidin, dan Andi Sultan Iskandar. Peristiwa itu jadi simbol pelanggaran HAM di akhir Orde Baru.

(ACANK).

infoupdate.id

Recent Posts

Tingkatkan Layanan Kesehatan, UPTD Puskesmas Pancana Gelar Forum Komunikasi Publik

BARRU, INFOUPDATE.ID - UPTD Puskesmas Pancana, Kabupaten Barru menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP), di Aula…

6 hours ago

Bupati Enrekang Resmikan Bank Sampah Massenrempulu Eco Grob Bukti Perubahan Besar

ENREKANG, INFOUPDATE.ID - Komitmen masyarakat Kecamatan Anggeraja dalam menjaga kelestarian lingkungan mendapat apresiasi dari Bupati…

10 hours ago

TPK DPW PKB Wajo Melakukan Penataan Pembaruan Pengurus Tingkat Anak Cabang

WAJO, INFOUPDATE.ID — Tim Penyusun Kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (TPK DPW PKB)…

14 hours ago

Aipda Rusli, Bhabinkamtibmas Desa Lasitae, Barru Berhasil Mencuri Perhatian Warga Dengan Suguhan Air Mineral

BARRU, INFOUPDATE.ID - Bhabinkamtibmas Desa Lasitae Aipda Rusli membagikan Air mineral kepada pengendara di tengah…

14 hours ago

Cek Kesehatan Rutin, Biddokkes Polda Sulsel Pastikan Personel Polsek Tamalate Tetap Prima Layani Masyarakat

MAKASSAR,INFOUPDATE.ID — Bukan hanya jaga Kamtibmas, kesehatan personel juga jadi prioritas. Bidang Kedokteran dan Kesehatan…

15 hours ago

PKB Wajo Kebut Penyusunan Pengurus, Target Rampung Akhir September

WAJO, INFOUPDATE.ID - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Wajo menggelar koordinasi…

1 day ago