MAKASSAR, INFOUPDATE – Tim unit Opsonal Polsek Manggala mengungkap sindikat jaringan pencurian baterai menara jaringan (tower) telekomunikasi dengan membekuk dua pelakunya dan menyita 28 unit baterai sebagai barang bukti hasil kejahatannya.
“Menindak lanjuti laporan, anggota bergerak cepat ke lokasi dan berhasil mengamankan satu pelaku. Hasil pengembangannya, satu pelaku lainnya juga diamankan,” ujar Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, di Makassar Sulawesi Selatan, Senin,(20/4/26).
Dua pelaku tersebut masing-masing inisial MLD (27) diketahui warga Laikang, Kecamatan Biringkanaya Makassar dan AAN (19) warga dari Kabupaten Gowa. Dari keterangan MLD mengaku telah melakukan pencurian baterai tower beberapa kali diberbagai daerah di Sulsel.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari dua laporan polisi terkait pencurian baterai tower. Kasus pertama dilaporkan pada 11 April 2026 oleh pihak provider di Kelurahan Tamangapa. Sebanyaknya, 28 unit baterai floating merk Nagaya 100 AH hilang dengan kerugian sebesar Rp56 juta.
Laporan kedua pada 16 April 2026, pencurian serupa di Kelurahan Biring Romang, sebanyak 12 unit baterai floating 100 AH dan delapan baterai Maxlife hilang dengan kerugian Rp41 juta.
Jumlah total baterai tower yang hilang dari dua laporan tersebut tercatat sebanyak 48 unit baterai, dengan kerugian Rp97 juta. Selain itu, pelaku mengakui menjalankan aksinya tidak hanya di Kota Makassar tapi di kabupaten lain.
Di Kota Makassar di Kecamatan Manggala sebanyak empat kali dengan total 28 baterai, di Jalan Sunu, Kecamatan Bontaoala satu kali, mengambil tiga baterai. di Kabupaten Maros satu kali mencuri 12 baterai.
Selanjutnya, di Pangkep satu kali (12 baterai), Barru satu kali (12 baterai), Pinrang dua kali (16 baterai), Sidrap dua kali (16 baterai), Soppeng dua kali (24 baterai), Bone dua kali (12 baterai), Jeneponto dua kali (8 baterai), serta Wajo satu kali (2 baterai).
Modus yang dilancarkan pelaku sangat pintar mengelabui warga dengan berpura-pura sebagai teknisi perawatan tower dengan memakai rompi seperti layaknya tim teknisi biasanya.
Selain itu, pelaku MLD sudah mengetahui lokasi titik-titik tower di Sulsel, karena sebelumnya ia mantan teknisi salah satu provider atau penyedia jasa layanan telekomunikasi sehingga memahami fungsi baterai dan harganya.
“Pelaku ini sangat lihai berpura-pura sebagai teknisi jaringan. Ia menggunakan mobil rental beraksi di beberapa kabupaten dan merekrut orang yang merupakan anak sambungnya membantu mengangkat baterai dengan berat mencapai 30 kilogram,” tuturnya menjelaskan.
Dari pengakuannya, hasil penjualan baterai untuk membeli narkotika jenis sabu. Sedangkan AAN mengakui hanya menerima upah Rp500 ribu sampai Rp1 juta setiap melancarkan aksinya,” kata kapolsek menjelaskan.
Kedua pelaku beserta barang buktinya kini menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polsek Manggala untuk diproses hukum termasuk pengembangan jaringan sindikat pencurian baterai tower dan penadahnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan bila mana ada aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan atau area fasilitas umum
seperti tower jaringan telekomunikasi. Dampak kehilangan baterai tersebut akan mengganggu jalur distribusi jaringan komunikasi dan internet.
(Achank).
MAKASSAR, INFOUPDATE -Seorang wartawan TVRI Sulawesi Selatan, Umar Khattab Syukur, melaporkan dugaan tindak pengancaman yang…
WAJO, INFOUPDATE – Dalam upaya memperkuat kesiapan operasional serta pembinaan satuan, Kasi Log Kasrem 141/Toddopuli…
JENEPONTO, INFOUPDATE — Pemerintah Kabupaten Jeneponto resmi merilis Logo, Tema dan Rangkaian Kegiatan Hari Jadi…
MAROS, INFOUPDATE -Viral pemberitaan dugaan praktik ‘Tangkap Lepas’ dalam penanganan kasus narkotika dibantah langsung oleh…
WAJO, INFOUPDATE - Bupati Wajo, Andi Rosman mengungkap Kesatuan Masyarakat Wajo (KEMAWA) adalah wadah penting…
MAKASSAR, INFOUPDATE — Kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Paccerakkang akhirnya berhasil diungkap oleh aparat…