Berita

PBB Dukung Kemerdekaan Palestina

PALESTINA, INFOUPDATE– Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mengadopsi Deklarasi New York yang mendukung perwujudan Negara Palestina yang merdeka pada Jumat (12/9/2025) dengan disetujui 142 suara, 10 negara menolak, dan 12 abstain. Rancangan keputusan tersebut merupakan hasil dokumen Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara (Two-State Solution) yang telah diselenggarakan pada 28-30 Juli lalu.

“Dukungan PBB atas kemerdekaan Palestina ini merupakan tindakan yang sudah lama dinanti oleh banyak negara. Palestina sebagai sebuah bangsa mempunyai hak untuk merdeka sebagaimana bangsa-bangsa lainnya,” ucap Ketua Lembaga Kajian Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LPHI FHUI) Hadi Purnama ketika dihubungi Hukumonline, Senin (15/9).

Menurutnya, dokumen berjudul “Pengesahan Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara” (dokumen A/80/L.1/Rev.1) ini menjadi bukti bahwa hukum internasional dan organisasi internasional seperti PBB tidak tinggal diam terhadap bentuk penjajahan yang terjadi di Palestina.

“PBB mengakui bahwa permasalahan Palestina bukan hanya permasalahan Palestina-Israel, atau permasalahan Timur Tengah tetapi ini merupakan permasalahan internasional,” kata dia.

Melalui Deklarasi New York, jajaran negara sepakat untuk mengambil aksi kolektif guna mengakhiri peperangan di Gaza demi mencapai penyelesaian konflik Israel-Palestina yang adil, damai, dan kekal melalui solusi dua negara yang efektif. Meski bentuk Deklarasi tidak kemudian memberikan kekuatan hukum tetap seperti Resolusi, menurutnya hal ini masih menjadi langkah positif dalam pengakuan politik internasional terhadap kemerdekaan Palestina.

“Pengakuan negara adalah sebuah tindakan politik yang mempunyai konsekuensi hukum. Maka dengan pengakuan Palestina melalui Two-State Solution akan memberikan dorongan politik bagi negara-negara untuk mengakui Palestina sebagai negara,” terang akademisi FHUI itu.

Deklarasi New York menjadi bukti bahwa hukum internasional dan organisasi internasional seperti PBB tidak tinggal diam. Meski Deklarasi tidak kemudian memberikan kekuatan hukum tetap seperti Resolusi, hal ini masih menjadi langkah positif bagi Palestina.

Lebih lanjut, deklarasi tidak saja mengecam serangan yang dilakukan Hamas terhadap warga sipil pada 7 Oktober, namun juga mengecam berbagai serangan Israel terhadap warga sipil di Gaza. Mulai dari serangan terhadap infrastruktur sipil, taktik pengepungan, sampai dengan kelaparan yang telah mengakibatkan bencana kemanusiaan yang dahsyat dan krisis perlindungan.

PBB menegaskan tidak ada pembenaran terhadap pelanggaran berat hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Untuk itu, mereka menekankan perlunya akuntabilitas kedua pihak. Bentuk seperti perang, pendudukan, teror, maupun pemindahan paksa dinilai tidak dapat menjadi jawaban atas perdamaian dan keamanan.

Dilansir laman resmi PBB, perwakilan Prancis yang juga berbicara atas nama Saudi Arabia sebagai sesama co-chair dari konferensi terkait memandang deklarasi yang telah disepakati ratusan negara anggota PBB ini telah menetapkan satu peta jalan untuk mewujudkan solusi dua negara atas konflik yang terjadi. Tidak hanya mencakup pembentukan Negara Palestina yang layak dan berdaulat, melainkan juga gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan semua sandera.

Meski disambut baik oleh banyak negara, Israel dan Amerika Serikat mengecam deklarasi tersebut. “Kalian memalukan. Manuver politik yang tidak berarti ini terjadi sementara orang-orang tak berdosa tetap ditutup matanya di terowongan-terowongan Gaza, kelaparan, disiksa, dan menunggu. Ini bukan diplomasi, ini sandiwara,” ujar perwakilan Israel.

Selaras, perwakilan Amerika Serikat menuding deklarasi hasil kesepakatan 142 negara tersebut sebagai aksi publisitas yang salah arah dan tidak tepat waktu yang merusak upaya diplomatik yang serius sekaligus “hadiah bagi Hamas”.

Di sisi lain, Permanent Observer Negara Palestina menggarisbawahi bahwa deklarasi ini menjadi perwujudan perdamaian yang dirindukan hampir semua orang. Ia mengundang pihak-pihak yang masih mendorong opsi perang dan penghancuran untuk mendengarkan alasan yang masuk akal demi mengakhiri peperangan.

Delegasi dari berbagai negara lainnya turut menyambut pengesahan deklarasi, termasuk delegasi Afrika Selatan yang menggarisbawahi keberadaannya sebagai masalah yang sangat penting dan sudah lama dinantikan.

“Naskah ini seharusnya tidak mengalihkan perhatian kita dari upaya mendesak yang dibutuhkan untuk memastikan gencatan senjata segera dan mengakhiri perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina,” imbuhnya.

infoupdate.id

Recent Posts

Resmi Berlaku Hari Ini: TPA Tamangapa Makassar Tutup untuk Sampah Campur

MAKASSAR, INFOUPDATE.ID— Pemerintah Kota Makassar resmi menutup keran pembuangan sampah campur ke Tempat Proses Akhir…

1 hour ago

DPRD Makassar Pindah ke Gedung Baru Hasil Renovasi, Pelayanan Dimulai 3 Agustus

MAKASSAR, INFOUPDATE.ID— Setelah hampir setahun berkantor di lokasi sementara, Sekretariat DPRD Kota Makassar resmi memulai…

2 hours ago

Curi Solar Truk di Wajo, Pemuda 21 Tahun Diciduk Resmob Polres Pelabuhan Makassar

MAKASSAR, INFOUPDATE.ID - Ulah pencuri yang menyasar truk parkir di kawasan pelabuhan akhirnya tercium Tim…

14 hours ago

Kabupaten Wajo Krisis Air Bersih, Masyarakat Sentil Kinerja Direktur PDAM dan Pemerintah

WAJO, INFOUPDATE.ID - Kabupaten Wajo mengalami krisis air bersih. Masyarakat kembali menyoroti kinerja Direktur PDAM…

15 hours ago

5 Kantor Pemkab Gowa Digerebek Polda Sulsel, Usut Dugaan Korupsi Seragam Gratis Rp16 Miliar

GOWA, INFOUPDATE.ID— Polda Sulawesi Selatan menggerebek 5 kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa. Penggeledahan dilakukan…

16 hours ago

Bupati Gowa Husniah Talenrang Diperiksa Polda Sulsel Terkait Dugaan Korupsi Seragam Gratis

MAKASSAR,INFOUPDATE.ID – Penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan seragam sekolah gratis di Kabupaten Gowa memasuki babak…

22 hours ago