MAKASSAR, INFOUPDATE.ID — Pemerintah Kota Makassar merespons aksi demo pemulung dengan menawarkan pekerjaan baru. DLH Makassar akan merekrut pemulung TPA Antang menjadi petugas di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang akan dibangun di tiap kecamatan.
Langkah ini diambil setelah pemulung menolak kebijakan baru yang mulai 1 Agustus 2026 hanya memperbolehkan sampah residu masuk ke TPA.
“Tadi kan banyak yang bertanya bagaimana kami bisa memperoleh keuntungan untuk kehidupan sehari-hari, untuk anak sekolahnya. Inilah yang kami upayakan di TPS3R sesuai titik yang lebih dekat mereka tinggal,” kata Sekretaris DLH Makassar Ferdy Mochtar, Rabu (29/7/2026).
Ferdy menyebut DLH akan segera melakukan pendataan pemulung. Mereka nantinya bertugas memilah sampah di TPS3R sebelum sampah diangkut ke TPA.
“Nantinya ada peluang yang sangat bagus bagi mereka untuk melakukan pemilahan sampah di lokasi-lokasi TPS3R. TPS3R ini akan dibagi di setiap kecamatan,” ujarnya.
Menurut Ferdy, bekerja di TPS3R jauh lebih sehat dibanding memulung di TPA Antang. Pemkot juga menjanjikan mekanisme yang menjaga keberlangsungan mata pencaharian mereka.
“Nanti diatur mekanismenya supaya mata pencaharian tetap ada. Insyaallah secepat mungkin kami akan lakukan pendataan,” tegasnya.
Aksi penolakan terjadi pagi tadi di TPA Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Sekitar 100 pemulung menutup akses jalan karena khawatir kehilangan pendapatan.
Selama ini mereka menggantungkan hidup dari menjual kertas, plastik, dan rongsokan yang masuk ke TPA. Dengan kebijakan baru, sampah organik dan anorganik wajib dipilah sejak dari rumah.
“Apa yang menjadi tuntutan mereka ketika hanya sampah residu ke TPA, praktis dari sisi mata pencaharian mereka tidak ada,” kata Ferdy.
Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1262 Tahun 2026 tentang penghentian sistem pembuangan terbuka. Targetnya: kurangi volume sampah ke TPA dan perpanjang usia pakai TPA Antang.
“Dalam proses penanganannya, DLH, kecamatan, kelurahan dan semua warga bahu membahu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan industri,” pungkas Ferdy.
Pemkot berharap skema TPS3R bisa menjawab dua hal sekaligus: pemulung tetap punya penghasilan, dan Makassar siap menuju pengelolaan sampah berbasis pilah dari sumber.
Penulis: Accank
MAKASSAR, INFOUPDATE.ID – Tiga orang pemuda di Makassar di gelandang kedalam Sel Tahanan Polsek Mariso.…
WAJO, INFOUPDATE.ID – Semangat membangun keluarga yang tangguh dan berkualitas mewarnai peringatan Hari Keluarga Nasional…
BANTAENG, INFOUPDATE.ID – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri kegiatan Verifikasi Lapangan Penjaringan Desa…
MAKASSAR, INFOUPDATE.ID— Kehadiran polisi di tengah masyarakat kembali terlihat saat pelaksanaan pasar murah sembako di…
JENEPONTO, INFOUPDATE.ID – Pemerintah Kabupaten Jeneponto bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Jeneponto melanjutkan pembahasan…
WAJO, INFOUPDATE.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggelar Salat Istisqa (salat meminta hujan) di Lapangan…