GOWA, INFOUPDATE.ID— Polda Sulawesi Selatan menggerebek 5 kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa. Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan korupsi pengadaan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP senilai Rp16 miliar.
Sasaran penggeledahan meliputi Kantor Sekretariat Daerah, Inspektorat, Bappeda, Badan Pengelola Keuangan Daerah, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.
“Hari ini, penggeledahan di Kabupaten Gowa di lima titik. Ini kami lakukan untuk mendukung penanganan kasus pengadaan seragam yang sedang kami tangani,” kata Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Jufri, Jumat (31/7/2026).
Dari 5 lokasi itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen krusial. Mulai dari proses pengadaan, penentuan jenis seragam, hingga berkas lain yang diduga terkait aliran dana proyek.
“Ada beberapa surat dan dokumen yang berkaitan dengan pengadaan, pemilihan seragam, dan dokumen lain yang mendukung pembuktian perkara,” ujar Jufri.
Kasus ini menyangkut program pengadaan seragam sekolah beserta perlengkapannya untuk siswa SD dan SMP tahun anggaran 2025. Nilai proyeknya ditaksir mencapai Rp16 miliar dan dikerjakan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.
“Ini terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan seragam sekolah beserta kelengkapannya SD dan SMP yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa. Nilai anggarannya sekitar Rp16 miliar,” tegasnya.
Penyidikan kasus ini sudah berjalan cukup jauh. Polda Sulsel mengaku telah memeriksa 27 orang saksi, termasuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.
Nama lain yang ikut disorot adalah Muhammad Basri alias Om Bas alias BK. Penyidik sudah melayangkan panggilan kedua kepadanya setelah panggilan pertama mangkir.
“Kami sudah melayangkan panggilan kedua kepada saudara Muhammad Basri alias Om Bas alias BK. Kami berharap beliau kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik,” kata Jufri.
Meski belum menempuh upaya paksa, polisi meminta semua saksi yang dipanggil segera hadir.
“Kami minta semua saksi yang kami panggil, termasuk saudara BK, segera memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.
Program “seragam gratis” yang sejatinya untuk meringankan beban orang tua kini justru jadi pintu masuk dugaan korupsi. Penggeledahan 5 kantor sekaligus menjadi sinyal bahwa penyidik serius membongkar perkara ini sampai tuntas.
Penulis: Accank



















