MAKASSAR, INFOUPDATE.ID – Ramon Saputra, seorang anak dari tukang parkir berhasil lulus seleksi dan diterima menjadi Anggota TNI AD tanpa bantuan dari kelompok khusus.
Diketahui Ia adalah warga asal kabupaten bone, ayahnya bernama Andi Muhammad Ramadan atau akrab disapa dengan nama Angga, ibunya bernama Nurhidayah (Ibu rumah tangga)
Ramon Saputra mengaku bahwa Ia berhasil diterima menjadi Anggota TNI AD setelah tiga kali mengikuti seleksi, “Dua kali mendaftar namun belum berhasil. Namun saya tidak menyerah, justru bangkit kembali untuk ketiga kalinya, hingga akhirnya berhasil melampaui seluruh tahapan seleksi” katanya
Persiapan yang ia jalani pun tidak seberat yang dibayangkan orang lain. Tanpa mengikuti bimbingan belajar berbayar maupun bantuan kelompok khusus.
”Saya melatih fisik dan mental sepenuhnya secara mandiri di rumah. Saya tekun berlatih setiap hari, memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar demi membekali diri menghadapi ujian” katanya
Ditanya rahasia agar anak dari keluarga sederhana bisa bersaing setara dalam seleksi ketat seperti ini, Ia menjawab, “Kuncinya adalah percaya diri yang kuat, selalu mendahulukan doa, dan jangan pernah putus asa, meski sudah jatuh berkali‑kali.”
Ramon juga mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga sangat berarti dalam perjalanannya. “Ayah dan ibu selalu memberikan semangat dan doa, meskipun kami tidak memiliki banyak sumber daya,” ujarnya dengan senyum bangga.
Selain itu, Ramon menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas. “Saya selalu membayangkan diri saya mengenakan seragam TNI AD, melayani negara dengan bangga. Itu yang memotivasi saya untuk terus berusaha,” tambahnya.
Keberhasilannya ini tidak hanya membanggakan keluarganya tetapi juga menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lain di desanya. Banyak yang sekarang melihat Ramon sebagai contoh bahwa dengan niat yang kuat, segala sesuatu mungkin dicapai, terlepas dari latar belakang ekonomi.
“Saya berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat, serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya,” tutup Ramon dengan harapan besar.
Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa latanr belakang ekonomi bukanlah penghalang cita‑cita. Dengan kemauan baja, ketekunan, dan keyakinan, impian setinggi apa pun tetap bisa digenggam.
Editor: Aydan
Penulis: Irfan S



















