Berita  

Viral IGD Penuh Pasien Ditolak? RSUD dr. La Palaloi Maros: Tempat Tidur Kosong Bukan untuk Pasien Interna

MAROS, INFOUPDATE.ID – Manajemen RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros akhirnya angkat bicara terkait informasi viral soal pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dikeluhkan warga.

Klarifikasi resmi dikeluarkan Humas RSUD dr. La Palaloi, Senin (27/10/2026), menanggapi isu yang beredar bahwa ada pasien yang tidak terlayani meski terlihat ada tempat tidur kosong di IGD.

Dalam keterangan resminya, pihak rumah sakit menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu pasien datang didampingi keluarga, namun kondisi IGD untuk pasien dewasa atau interna memang sedang dalam kapasitas penuh.

“Petugas tetap berupaya memberikan penjelasan dan mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan awal. Namun dalam proses tersebut, pasien belum bersedia menjalani pemeriksaan fisik dan komunikasi dengan dokter belum dapat berlangsung secara optimal,” tulis Humas dalam klarifikasinya.

Isu yang paling banyak disorot warga adalah terlihatnya tempat tidur kosong di area IGD. Terkait hal ini, manajemen memberikan penjelasan rinci.

Menurut pihak RSUD, tidak semua bed yang tampak kosong bisa digunakan untuk semua pasien. Ada pembagian peruntukan yang ketat sesuai standar keselamatan pasien.

“Perlu kami jelaskan bahwa tempat tidur yang tampak kosong di IGD tidak seluruhnya dapat digunakan untuk semua kategori pasien. Ada yang diperuntukkan bagi penanganan kegawatdaruratan pasien anak serta pasien bedah atau kecelakaan,” jelasnya.

Bahkan, salah satu bed kosong yang terlihat saat kejadian ternyata sudah dipersiapkan untuk pasien rujukan dari Puskesmas Tompobulu yang sudah terkonfirmasi melalui Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).

Pihak RSUD menegaskan, ketersediaan tempat tidur secara visual tidak selalu mencerminkan ketersediaan yang sesuai kebutuhan klinis pasien.

Dalam pernyataannya, manajemen RSUD La Palaloi menyampaikan empati dan mengakui adanya kesalahpahaman komunikasi di lapangan.

Petugas medis, perawat, hingga petugas keamanan disebut sudah berupaya memberikan penjelasan dan alternatif fasilitas kesehatan lain, namun belum mencapai kesepahaman sehingga pasien dan keluarga memilih meninggalkan IGD.

“Kami memahami bahwa pasien dan keluarga yang datang ke rumah sakit berada dalam situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penjelasan mengenai keterbatasan tempat tidur harus disampaikan secara jelas, santun, dan mudah dipahami,” tulis manajemen.

Sebagai tindak lanjut, manajemen memastikan akan melakukan evaluasi internal menyeluruh. Evaluasi meliputi kronologi pelayanan, komunikasi petugas dengan keluarga pasien, hingga prosedur penanganan saat kapasitas IGD penuh.

“Keselamatan pasien merupakan prioritas utama. Kondisi IGD yang penuh tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan penilaian kegawatan pasien,” tegasnya.

Pihak rumah sakit juga akan memperkuat koordinasi dengan Puskesmas dan fasilitas kesehatan lain agar proses rujukan melalui SISRUTE berjalan lebih terarah.

Manajemen juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan keluhan melalui saluran resmi rumah sakit agar bisa ditindaklanjuti secara objektif, bukan melalui media sosial yang berpotensi menimbulkan salah persepsi.(ACANK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *