Berita

Diduga Langgar Ketentuan Teknis dan Ketenagakerjaan, Ketua LIRA Wajo Desak Kejati Sulsel Audit Pengerjaan P2JN

WAJO, INFOUPDATE.ID – LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Wajo menyoroti Pelaksanaan proyek Percepatan Peningkatan Jalan Nasional (P2JN) ruas Desa Awota, Kabupaten Wajo. Diduga melanggar sejumlah ketentuan tekhnis dan ketenaga kerjaan.

Ketua LIRA Wajo, Abrar Mattalioe menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi lapangan, LIRA menduga material yang digunakan dalam pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi ilegal. Selain itu, alat berat yang beroperasi di lokasi diduga menggunakan solar bersubsidi.

”Tim kami juga menemukan pelanggaran lain, pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri K3, tidak adanya Direksi Keet, serta papan proyek yang tidak terpasang di titik kegiatan” katanya

PPK P2JN, Sabir mengaku, penggunaan solar bersubsidi untuk alat berat telah dibeli langsung melalui jalur industri. Sementara untuk soal Papan Proyek, Ia berdalih bahwa sudah memasangnya, namun roboh diterpa angin kencang

Meski demikian, Albar menilai pernyataan PPK P2JN itu belum menjawab substansi temuan lapangan, khususnya dugaan material ilegal dan lemahnya aspek K3.

“Anggaran Rp40 miliar lebih harusnya berbanding lurus dengan kepatuhan aturan. Penjelasan lisan tidak cukup, proyek sebesar ini wajib dibuktikan dengan dokumen, foto, dan kepatuhan di lapangan, bukan alasan papan roboh atau keet yang tidak kelihatan,” tegas Abrar.

Rangkaian temuan di lapangan semakin memperkuat kecurigaan LIRA. Adanya Tumpukan batu dan material agregat di lokasi proyek P2JN Desa Awota. LIRA menduga material tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi ilegal.

“Tim LIRA menemukan pasangan beton yang sudah retak dan mengelupas. Ini membuktikan, material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Proyek Rp40 miliar lebih kok kondisinya seperti ini. Material berserakan, pekerja tanpa helm” ujar Abrar.

Menurut Abrar, ini menjadi bukti awal yang akan dilampirkan dalam laporan ke Kejaksaan Tinggi Sulsel. Ia mendesak dilakukan uji laboratorium terhadap mutu beton dan audit asal-usul material yang ditumpuk di lokasi.

“Kalau Rp40 miliar lebih hasilnya seperti ini, ini bukan lagi soal teknis, ini soal kerugian negara. Kami minta APH audit tuntas dari hulu ke hilir, mulai dari pengadaan material sampai pelaksanaan dan K3,” tegasnya.

infoupdate.id

Recent Posts

Curi Solar Truk di Wajo, Pemuda 21 Tahun Diciduk Resmob Polres Pelabuhan Makassar

MAKASSAR, INFOUPDATE.ID - Ulah pencuri yang menyasar truk parkir di kawasan pelabuhan akhirnya tercium Tim…

9 hours ago

Kabupaten Wajo Krisis Air Bersih, Masyarakat Sentil Kinerja Direktur PDAM dan Pemerintah

WAJO, INFOUPDATE.ID - Kabupaten Wajo mengalami krisis air bersih. Masyarakat kembali menyoroti kinerja Direktur PDAM…

11 hours ago

5 Kantor Pemkab Gowa Digerebek Polda Sulsel, Usut Dugaan Korupsi Seragam Gratis Rp16 Miliar

GOWA, INFOUPDATE.ID— Polda Sulawesi Selatan menggerebek 5 kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa. Penggeledahan dilakukan…

12 hours ago

Bupati Gowa Husniah Talenrang Diperiksa Polda Sulsel Terkait Dugaan Korupsi Seragam Gratis

MAKASSAR,INFOUPDATE.ID – Penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan seragam sekolah gratis di Kabupaten Gowa memasuki babak…

18 hours ago

Geng Motor Serang Warga Tamajene Makassar, 1 Motor Pelaku Dibakar Massa

MAKASSAR, INFOUPDATE.ID— Bentrok pecah di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam 30…

18 hours ago

Cemburu Jadi Bencana: Pemuda di Makassar Rekam dan Sebar Aksi Kekerasan Seksual ke Kekasihnya

MAKASSAR, INFOUPDATE.ID– Gara-gara cemburu, seorang pemuda berinisial PR kini harus mendekam di balik jeruji. Ia…

23 hours ago