MAKASSAR, INFOUPDATE.ID – Operasi penertiban knalpot brong yang digelar Polsek Manggala, Makassar, berbuntut narasi miring. Polisi dituding tebang pilih karena hanya menindak knalpot bising, sementara pelanggar helm dibiarkan.
Tudingan itu mencuat usai operasi pada Sabtu malam (10/10/2026). Namun fakta di baliknya justru mengungkap adanya upaya intervensi.
Di tengah operasi yang menjaring puluhan motor, seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan mendatangi petugas. Ia meminta agar sepeda motor milik temannya yang terjaring knalpot brong dikeluarkan malam itu juga tanpa proses.
Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh petugas. Alasannya jelas, puluhan pengendara lain yang terjaring juga harus menjalani prosedur yang sama.
Penolakan tersebut diduga menjadi pemicu munculnya pemberitaan yang menyudutkan Polsek Manggala dengan narasi tebang pilih.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan menegaskan, tudingan tebang pilih itu salah kaprah dan tidak memahami mekanisme operasi kepolisian.
“Setiap operasi itu ada sasaran dan fokusnya. Malam itu sasarannya jelas, penertiban knalpot brong yang meresahkan masyarakat dan menjadi atensi maraknya geng motor. Jadi tidak bisa dicampuradukkan dengan pelanggaran helm. Itu beda konteks dan mekanismenya,” tegas Kompol Semuel.Rabu (14/10/26).
Menurutnya, penertiban knalpot brong adalah jawaban atas keluhan warga yang sudah lama resah dengan kebisingan motor, terutama di malam hari.
Kompol Semuel juga menyentil soal adanya pihak yang meminta perlakuan khusus dengan membawa embel-embel profesi.
“Aturan bukan soal siapa kenal siapa. Tidak ada alasan untuk meminta perlakuan khusus. Penegakan aturan itu soal kepatuhan, bukan soal kedekatan,” ujarnya keras.
Ia mengatakan, kritik terhadap Polri adalah hal wajar sebagai kontrol publik. Namun kritik harus proporsional, berdasarkan fakta utuh, dan tidak lahir dari kekecewaan karena permintaan pribadi tidak dipenuhi.
“Status maupun kedekatan dengan pihak tertentu tidak semestinya menjadi alasan untuk memperoleh perlakuan khusus. Tertib berlalu lintas bukan pilihan, melainkan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Terkait narasi yang menyeret nama Kanit Binmas Polsek Manggala soal koordinasi dengan pers dan mahasiswa, Kapolsek meminta publik menyikapi secara objektif.
“Perbedaan pandangan dalam tugas tidak seharusnya langsung dimaknai sebagai penutupan ruang komunikasi. Klarifikasi dan konfirmasi itu penting agar informasi berimbang,” tutupnya.
Polsek Manggala pun mengimbau masyarakat untuk tetap patuh aturan, menggunakan helm, dan melengkapi surat kendaraan sesuai ketentuan.(ACANK)



















