IRAN, INFOUPDATE.ID -Teheran: Iran mengecam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh militer Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Mengutip dari Anadolu Agency, Senin, 21 September 2026, Teheran pun mendesak masyarakat internasional mengambil tindakan yang tegas untuk menghentikan pembunuhan warga Palestina.
Dalam pernyataan menjelang Sidang Majelis Umum ke-81 PBB, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam tidankan yang dilakukan Perdana Mentri Israel, Benjamin Netanyahu terhadap Masjid Al-Aqsa serta penodaan Tembok Buraq.
Iran menuduh Israel melakukan pembunuhan dan penyiksaan sistematis terhadap warga Palestina. Kementerian tersebut mengatakan lebih dari 10.000 perempuan dan anak-anak Palestina telah ditahan, dengan puluhan di antaranya disebut meninggal dalam tahanan dan ratusan lainnya mengalami amputasi atau disabilitas.
Iran juga menyebut sedikitnya tiga tahanan Palestina meninggal akibat penyiksaan setiap bulan. Teheran menggambarkan hal tersebut sebagai bukti apa yang disebutnya sebagai “sifat apartheid dan kolonial” Israel.
Kementerian Luar Negeri Iran turut menuduh Amerika Serikat memberikan dukungan militer, finansial, dan politik kepada Israel serta melindungi negara tersebut dari pertanggungjawaban. Menurut Iran, dukungan tersebut termasuk melalui tekanan dan sanksi terhadap hakim internasional serta pembela hak asasi manusia.
Iran mengatakan tindakan Israel selama delapan dekade terakhir telah merusak kredibilitas PBB dan hukum internasional. Teheran juga menuduh Israel sebagai salah satu negara yang paling banyak melanggar resolusi PBB.
Menjelang Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang mengusung tema “renewing trust” atau memperbarui kepercayaan terhadap organisasi tersebut, Iran menyerukan kepada pemerintah negara-negara anggota untuk mendukung hak rakyat Palestina menentukan nasib sendiri.
Teheran juga mendesak tindakan segera untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai genosida, mencegah pendudukan dan penyitaan wilayah lebih lanjut, menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan tindakannya.



















