BANTAENG, INFOUPDATE – UPT Puskesmas lasepang mengunjugi rumah salah satu anak yang dikabarkan menderita penyakit menular (Sups Morbili) di Dusun Bombong dan Dusun Gallee, Desa Biangkeke, Kabupaten Bantaeng. Jumat. 06 Maret 2026
Sebelumnya anak tersebut dirumorkan menderita penyakit menular, sehingga Tim kesehatan yang terdiri dari Dokter, Surveilans, ATLM, Bidan Desa dan Bidan Dusun Desa Biangkeke langsung mengambil tindakan untuk melakukan upaya pencegahan penularannnya.
”Setelah kami mendengar rumor itu dari masyarakat, kami bersama tim langsung mendatangi rumah yang bersangkutan, namun karena anak tersebut sedang tidak ada di rumahnya, kemudian kami mengunjungi sekolahnya untuk melakukan pemeriksaan “ kata Dokter yang bertugas
lanjut kata dia, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan anak tersebut hanya menderita penyakit alergi dan tidak ada tanda tanda dan gejala yang menyerupai morbili, “Setelah kami melakukan pemeriksaan, hasilnya anak tersebut hanya menderita penyakit alergi” tambahnya
Selama kunjungan ke Dusun Bombong dan Dusun Gallea, tim kesehatan melakukan pendekatan yang humanis dan edukatif kepada masyarakat, mereka memberikan pemahaman yang lebih baik tentang gejala dan pencegahan penyakit menular. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melaporkan gejala-gejala mencurigakan dan berpartisipasi aktif dalam program kesehatan.
“Dalam menghadapi rumor atau informasi yang belum terverifikasi, penting bagi kami sebagai tim kesehatan untuk melakukan penilaian yang komprehensif dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan. Prosedur ini membantu mencegah penyebaran informasi yang salah dan memastikan bahwa tindak lanjut yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.” Ungkapnya
Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kebersihan pribadi untuk mencegah timbulnya penyakit menular. Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak, diharapkan dapat tercapai masyarakat yang lebih sehat dan tangguh dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
“Syam”

















