Viral Mengacungkan Jari Tengah Pada Peringatan Upacara 17 Agustus, Raysen Menyampaikan Permintaan Maaf Kepada Semua Pihak

BANTAENG, INFOUPDATE.ID – Raysen Wijaya Kusuma menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Bantaeng dan Jajaran pemerintahan, serta kepada seluruh lapisan Masyarakat Bantaeng atas tindakannya “Mengacungkan jari tengah” pada Peringatan Upacara 17 Agustus di Tribun Pantai Seruni, Kamis, 20 Agustus 2026 lalu.

”Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat atas tindakan yang tidak seharusnya saya lakukan pada saat itu,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, bahwa tindakannya itu adalah murni interaksi spontanitas dengan pembuat Video secara yang refleks memberi respon saat kamera Mengarah kearahnya, dan tidak bertujuan sama sekali untuk hal apapun secara negatif, apalagi untuk mencoreng marwah simbol negara dan etika dalam momentum kenegaraan.

”Atas hal tersebut, saya memohon maaf dan ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi untuk semakin bijaksana dalam prilaku .” Ucapnya

Senada dengan rekannya, Enal yang merupakan pembuat video konten vlog. Ia mengaku bahwa video yang diunggah di akun media sosialnya adalah sebuah kelalaian, dan kurang teliti dalam mengfilter sebuah rekaman video.

“Saya menyadari kurang teliti dalam membuat video tersebut, dan saya mohon maaf atas kesalahan kami. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran ke depannya,” pungkasnya.

Tindakan Raysen Wijaya Kusuma dalam acara kenegaraan tersebut. menjadi Viral dan mendapat kecaman dari sejumlah pihak, Aktivis, Pers, dan Masyarakat luas

Seluruh insiden ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa dalam setiap tindakan dan konten yang dibagikan di media sosial, diperlukan kehati-hatian dan sensitivitas terhadap konteks serta dampak yang mungkin ditimbulkan.

Dalam era digital saat ini, di mana informasi dapat tersebar luas dalam hitungan detik, penting bagi setiap individu untuk bijak dalam bertindak dan bertutur kata.

Masyarakat Bantaeng diharapkan dapat menerima permohonan maaf dari kedua individu tersebut dengan bijaksana, dan menjadikannya sebagai momen refleksi untuk meningkatkan rasa saling pengertian dan toleransi.

Semoga kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga etika dan kehormatan, terutama dalam acara kenegaraan yang penuh makna dan simbolisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *