SENGKANG, INFOUDATE – Kontraktor pemenang tender untuk pembangunan sejumlah infrastruktur jalan di kabupaten Wajo diduga lari dari tanggungjawab.
Hal tersebut diketahui setelah pengerjaan pembangunan yang belum rampung telah dihentikan tanpa alasan yang jelas. Padahal diketahui pembangunan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI yang digelontorkan ke Kabupaten Wajo.
Dalam satu paket terdapat sejumlah titik pengerjaan di dalamnya dengan nilai anggaran sekitar Rp. 15 miliyar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2025
Salah satu warga, Firman menyampaikan bahwa pengerjaan infrastruktur jalan di sejumlah titik dari awal pelaksanaan pengerjaan sudah diduga tidak transparan, baik dari segi volume pengerjaan maupun soal nilai anggarannya (kontrak)
“Dari awal kami melihat pengerjaannya tidak transparan, karena tidak ada papan yang terpasang di sekitar lokasi pengerjaan” kata Firman
Salah satu diantara sejumlah obyek pengerjaan yang ditinggalkan yakni Pembangunan Jalan Udang di Kelurahan Watallipue, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Pembangunan tersebut dikerjakan sejak November 2025 lalu, hingga saat ini belum rampung dan bahkan kondisinya justru menyulitkan masyarakat sekitar.
“Kondisi jalannya berdebu pekat setelah pengerjaan rabat beton terhenti tanpa kejelasan” tambahnya
Pantauan di lokasi menunjukkan material papan bekisting (formwork) mulai melapuk, sementara tulang besi yang sempat terpasang terpaksa disingkirkan warga karena menghalangi akses jalan.
Firman membeberkan bahwa pihak kontraktor bukan hanya meninggalkan pengerjaan, tetapi juga diduga meninggalkan utang ke sejumlah pihak, termasuk mobil angkutan material truck yang belum dibayarkan.
“Bahkan infonya pihak rekanan pelaksana juga meninggalkan sejumlah tunggakan utang yang tidak terbayarkan ke sejumlah pihak “. Cetusnya
Secara terpisah, pihak Balai Permukiman Dan Prasarana Makassar, Bahtiar telah membenarkan hal tersebut “Pihak rekanan tidak mampu selesaikan pekerjaan dan meninggalkan tanggung jawab, untuk itu kami melakukan pemutusan kontrak kerja “. Ucapnya
Disampaikan bahwa, pihaknya akan melakukan tender ulang untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. “Insyah Allah anggaran untuk pekerjaan tersebut tetap berlanjut dan akan segera dilakukan tender ulang untuk melanjutkan dan menuntaskan program kegiatan tersebut “. Tambah Bahtiar



















