MAKASSAR, INFOUPDATE – Upaya penyerangan kedua oleh geng motor bersenjata tajam berhasil digagalkan polisi di Makassar, Jumat (24/4/2026) dini hari.
Dua pelaku diamankan bersama ratusan anak panah/busur yang siap digunakan untuk menyerang warga.
Peristiwa bermula sekitar pukul 03.45 Wita di pertigaan Jl. Barukang Raya – Jl. Barukang Utara, Kecamatan Ujung Tanah. Tim Unit VI Sat Intelkam Polrestabes Makassar yang sedang berpatroli mengamankan dua pria usai terjatuh dari motor saat pengejaran.
“Keduanya merupakan pelaku penyerangan di Jl. Laiya, Kecamatan Bontoala, yang terjadi beberapa saat sebelumnya,” kata sumber kepolisian.
Polisi awalnya menerima laporan warga soal penyerangan oleh gerombolan bermotor di Jl. Laiya. Saat tiba di lokasi, situasi sudah kondusif sehingga personel memilih standby.
Tak lama, sekitar 20 unit motor berboncengan melintas dari arah Jl. Andalas. Kelompok itu diduga hendak kembali menyerang warga di Jl. Laiya. Polisi langsung membubarkan dan mengejar rombongan tersebut.
Saat pengejaran, dua orang terjatuh di pertigaan Jl. Barukang Raya. Di lokasi, polisi menemukan anak panah berserakan. Dari hasil penggeledahan, didapati tas ransel hitam berisi ratusan busur.
Dua pelaku yang diamankan yakni:
1. Riki Anggara Mansur (25), warga Jl. Tinumbu, Bontoala. Mengaku dipaksa ikut oleh rekannya bernama Aspar meski sempat menolak karena orang tuanya sakit. Saat ditangkap, Riki yang membawa tas berisi busur.
2. Asfar Bin Sangkala (35), penjual ikan, warga Jl. Bunga Ejaya Beru, Tallo. Mengaku memimpin 20 orang untuk menyerang Jl. Laiya pukul 03.00 Wita. Kelompoknya juga bergabung dengan 10 pemuda dari Gowa. Asfar membawa 15 anak panah, 1 ketapel, dan menyuruh Riki membawa tas berisi 107 busur lainnya. Ia juga mengakui sering memimpin “perpok” di wilayah Jl. Layang.
Total barang bukti yang diamankan: 122 anak panah/busur, 1 ketapel, 1 pipet alat narkoba, 1 mata gerinda, dan 1 unit motor tanpa nomor polisi.
Sekitar pukul 04.10 Wita, kedua pelaku diserahkan ke Unit Jatanras Polrestabes Makassar dipimpin AKP Hamka untuk diproses hukum.
Aksi geng motor bersenjata busur memang jadi momok di Makassar. Polisi mengimbau masyarakat aktif melapor via 110 jika melihat konvoi mencurigakan, terutama dini hari.
“Jangan main hakim sendiri. Serahkan ke kami,” tegas sumber kepolisian.(IRFAN ANTI CRIMINAL)



















