MAKASSAR. INFOUPDATE.ID – Sejumlah narapidana dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar diduga melakukan pesta narkoba. Hal ini menjadi sorotan masyarakat luas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, aktivitas pesta narkoba itu melibatkan tiga orang narapidana masing-masing berinisial BG, AR, dan AD. Mereka diduga mengonsumsi zat terlarang tersebut di dalam Blok B2, Kamar 7, Lapas Makassar.
Ketiga narapidana itu diduga mendapatkan pasokan narkoba jenis sabu-sabu dari sesama warga binaan berinisial HN. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran narkoba masih beroperasi di dalam lingkungan lapas
Hal ini diduga terjadi karena kurangnya pengawasan dalam lapas, hingga para napi bebas menggunakan handphone, sebagai alat komunikasi melakukan peredaran barang terlarang.
Selain itu, muncul pula laporan tentang insiden kekerasan. Salah satu warga binaan, ML dilaporkan mengalami penganiayaan hingga mengalami luka tikaman.
ML mengalami luka tusukan benda tajam berupa gunting di bagian tangan kiri. Peristiwa kekerasan ini diduga bermula dari adanya laporan terkait aktivitas pesta narkoba tersebut.
“ML dikeroyok, lalu ditikam memakai gunting di tangan kirinya. Hal ini terjadi karena BG menuduh ML yang melaporkan ke petugas bahwa mereka sedang menggunakan narkoba di dalam kamar Blok B2 nomor 7,” ujar AN, salah satu warga binaan di Lapas Kelas I Makassar kepada wartawan.
Ditanya soal kejadian tersebut, Kepala Pengamanan Lapas Makassar, Sahril Efendi enggan memberikan penjelasan, Ia meminta agar wartwan infoupdate.id menghubungi Humas lapas makassar
“Silakan hubungi bagian Humas Lapas Makassar, Bapak Fardhal, untuk keperluan konfirmasi lebih lanjut. Nanti pihak humas menyampaikan pertanyaan ini kepada pimpinan dan juga kepada saya secara langsung,” kata Sahril
Di tempat terpisah, Andi Fardhal selaku Kepala Subbagian Umum Lapas Makassar hanya memberikan jawaban singkat, “Baik, silakan ditunggu informasinya.”
Hingga berita ini diterbitkan, Kasubag Lapas Makassar belum memberikan penjelasan. Wartawan Infoupdate.id masih berupaya meminta keterangan darinya
Penulis: Irfan S



















